Senin, 19 Maret 2018

Co-creation of Public Relations (Relationship Management Theory) (Studi pada Strategi Komunikasi yang terjadi antara Anak Muda dengan Pemerintah)


Co-creation of Public Relations (Relationship Management Theory)
(Studi pada Strategi Komunikasi yang terjadi antara Anak Muda dengan Pemerintah)
Disusun dan diajukan untuk memenuhi tugas mata kuliah Teori Public Relations

Dosen Pengampu : Rachmat Kriyantono, Ph. D.


 
  

Disusun oleh :

Nur Rohmah Tsalatsi    165120200111066
Laras Aprilia Susilo       165120201111003


A KOM 4

Peminatan Public Relations
Ilmu Komunikasi
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Universitas Brawijaya
Malang
2018


BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Deskripsi Kasus
        Istana memperingati Sumpah Pemuda dengan cari lain yang berbeda dan tahun ini lebih menarik. Acara ini dilaksanakan di Komplek Istana Bogor, pada tanggal 28 Oktober 2018. Acara tersebut tidak seseremonial biasanya, kali ini dikemas lebih kekinian dan gaya anak muda. Ternyata konsep acra ini diprakarsai oleh Presiden Joko Widodo. Hal ini dikemukakan pada Menteri Badan Ekonomi Kreatif, Triawan Munaf pada Kumparan.com (https://kumparan.com/@kumparannews/peringatan-sumpah-pemuda-2017-yang-kekinian-di-istana-bogor) bahwa Presiden Joko Widodo ingin pada Hari Sumpah Pemuda tahun ini mendengarkan apa yang anak muda inginkan. Pemerintah memfasilitasi para pemuda, bukan merayakan, namun Presiden menyambut dan memberi ruang bagi pemuda. Hal ini juga sama dengan memberi komitmen baru kepada Sumpah Pemuda bukan hanya memperingati. Acara ini dapat terselenggara atas ide kreatif dari pemuda. Selain itu acara ini juga menjadi ajang pemersatu generasi muda yang nantinya akan membawa Indonesia di masa depan. Serta acara ini digagas karena pemerintah juga ingin mendengarkan kemauan pemuda, dalam membantu pemerintah untuk membangun negeri.
            Acara ini juga dihadiri oleh pelaku usaha ekonomi kreatif hingga atlet. ada yang menarik dari acara tersebut, di samping stand-stand pelaku usaha kreatif juga disediakan arena olahraga mini, dan sejumlah kursi santai di hamparan rumput istana. Kompas.com (http://nasional.kompas.com/read/2017/10/28/12084221/hari-sumpah-pemuda-jokowi-sulap-istana-bogor-jadi-tempat-nongkrong) menjelaskan bahwa Presiden tidak hanya menyambut namun juga ikut mencoba beberapa arena olahraga seperti panah dan bulutangkis.
            Latar belakang terselenggaranya acara ini juga karena banyak sekali kompetensi anak muda Indonesia pada era Globalisasi ini yang berpotensi meningkatkan citra Indonesia. Sayangnya, kompetensi yang mereka miliki ini tidak mendapat respon yang cukup baik dari pemerintah. Padahal sejujurnya mereka sangat ingin berkolaborasi bersama pemerintah dalam menciptakan ide-ide baru untuk meningkatkan pembangunan negara.

1.2 Permasalahan
            Pada mulanya, aspirasi anak muda tidak didengar oleh Pemerintah. Padahal pelaku ekonomi kreatif dan pemuda mempunyai kreatifitas yang tinggi dan inovasi terbaru guna memajukan sektor ekonomi kreatif Indonesia. Sedangkan negara-negara lain menampung aspirasi pemuda dalam memajukan ekonomi kreatif negaranya. Dikutip pada kompas.com (http://nasional.kompas.com/read/2017/10/28/18190071/hari-sumpah-pemuda-zaman-now-ala-jokowi) Dianalogikan pada tahun 1928 saat belum adanya teknologi yang memadai, pemuda Indonesia dapat bersatu berjuang demi Indonesia. Namun saat ini pemuda Indonesia cenderung kurang bersatu sehingga Presiden Indonesia Joko Widodo memiliki gagasan menyatukan mereka dalam acara Sumpah Pemuda yang dikonsep oleh muda mudi yang kreatif.


BAB II
ANALISIS KASUS
2.1 Strategi PR
            Pada awalnya Presiden Joko Widodo merasa bahwa pelaku ekonomi kreatif dan pemuda juga layak memiliki ruang yang sama dalam membuat inovasi pembangunan negara. Melalui Triawan Munaf, Menteri Badan Ekonomi Kreatif Presiden Joko Widodo mempunyai usulan untuk menumpulkan pelaku ekonomi kreatif dan pemuda dalam satu acara. Acara tersebut bertujuan untuk memberikan ruang seluasnya bagi pelaku ekonomi kreatif dan pemuda untuk menunjukkan inovasi yang dimiliki. Selain itu, dalam acara tersebut peserta (pelaku ekonomi kreatif dan pemuda) bebas beraudiensi dengan Presiden Joko Widodo untuk mengutarakan keluh kesahkan[1] .
2.2 Dampak Strategi
            Respon dari masyarakat berbeda-beda menanggapi hal tersebut, ada yang menerima dengan baik dan memberi respon positif aspirasi Presiden Joko Widodo dengan kerjasama tersebut. Ada pula yang tidak peduli dengan acara tersebut karena dianggap tidak ada keuntungan yang didapat bagi dirinya.
2.3 Kaitan kasus dengan Co-Creation
Paradigma co-creation menurut Botan & Hazleton (2006) adalah paradigma yang memandang publik sebagai co-creator dari proses pemaknaan, interpretasi, dan perumusan tujuan (Kriyantono, 2014, h. 15). Dengan menggunakan studi kasus ilustratif, konsep co-creation menjelaskan bagaimana perusahaan dan pelanggan dapat menggabungkan produk, layanan dan pengalaman (dikutip dari kbmanage.com).
Smith dan Zook menjelaskan bahwa co-creation diibaratkan sebuah anak tangga dimana semakin tinggi tingkatan co-creation, makan semakin bernilai pula hasil co-creation diciptakan bersama. Tangga pertama merupakan pelibatan konsumen dalam rangka melakukan rating, review, dan diskusi mengenai produk perusahaan. Selanjutnya tingkatan yang lebih tinggi dari co-creation adalah berupa penciptaan ide, iklan, merek, dan produk. Dari keempat tingkatan tersebut, penciptaan produk merupakan tingkatan tertinggi dari co-creation. (Smith dan Zook, dikutip di Iedani, 2014).
            Terdapat satu proses penting yang menjadi langkah strategis yang dapat menentukan keberhasilan jangka panjang dari proses co-creation, yaitu proses adanya sosialisasi bersama terhadap apa yang telah diciptakan bersama atau co-communication. Apa yang telah diciptakan sudah seharusnya dikomunikasikan kepada audiens agar manfaat dari proses co-creation dapat dirasakan secara luas. Proses co-communication tidak bisa hanya dilakukan oleh perusahaan yang memiliki tujuan jangka panjang berupa profit, tetapi juga komunitas. (dikutip di Iedani, 2014)
Paradigma co-creation yang kemudian diadaptasi dalam kajian public relations memunculkan Relationship Management Theory. John Ledinghan dan Steven Bruning (Swann, 2014) berkata bahwa:
“Relationships are essential to public relations practice and that those relationships must be mutually beneficial if they are to continue. This theory helps explain the management of succesfull relationships.” (Hubungan sangat penting dalam praktik public relations dan sebuah hubungan harus saling menguntungkan jika mereka ingin melanjutkan hubungan yang terjadi. Teori ini membantu menjelaskan mengenai pengelolaan hubungan yang berhasil).
Teori ini berfokus guna membahas proses manajemen relasi antara organisasi dan publiknya, internal maupun eksternal. Teori ini memandang publik sebagai “co-creators of meaning and interpretation and goals”. Dalam teori ini komunikasi dianggap sebagai alat untuk membangun relasi, dan program dievaluasi berdasarkan dampaknya pada relasi antara organisasi dan publik. (Kriyantono, 2014, h. 278-279)
 Dalam kasus diatas, relasi yang terjalin antara pemerintah dengan anak muda terjalin secara baik dan menciptakan revolusi baru yakni acara Sumpah Pemuda menjadi ajang unjuk kemampuan diri para pemuda. Pada kesempatan ini pemerintah diuntungkan dengan adanya ide kreatif muda mudi serta muda mudi juga diuntungkan oleh pemerintah dengan penerimaan aspirasi yang mereka ajukan.


DAFTAR PUSTAKA
Iedani, M.A. (2014). Co-Creation dengan komunitas bike to work Indonesia sebagai strategi komunikasi pemasaran Polygon. Semarang: Universitas Diponegoro. Diakses dari
Kriyantono, Rachmat. (2014). Teori public relations perspektif barat & lokal: aplikasi penelitian dan praktik. Jakarta: Kencana.
Manage. Co Creation. Diakses pada 20 Februari 2018, dari https://www.kbmanage.com/concept/co-creation.
Swann, Patricia. (2014). Cases in public relations management: the rise of social media and activism. Newyork: Routledge.
Rahardian, Taufik. (2017, Oktober 28).Peringatan Sumpah Pemuda 2017 yang kekinian di Istana Bogor. Kumparan.com. Diakses dari (https://kumparan.com/@kumparannews/peringatan-sumpah-pemuda-2017-yang-kekinian-di-istana-bogor).
Tashandra, Nabilla. (2017, Oktober 28). Hari Sumpah Pemuda zaman “now” ala Jokowi. Kompas.com. Diakses dari (http://nasional.kompas.com/read/2017/10/28/18190071/hari-sumpah-pemuda-zaman-now-ala-jokow).
Share:

Related Posts:

0 komentar:

Posting Komentar