Co-creation of Public
Relations (Relationship Management Theory)
(Studi pada Strategi Komunikasi yang
terjadi antara Anak Muda dengan Pemerintah)
Disusun dan diajukan untuk memenuhi tugas
mata kuliah Teori Public Relations
Dosen Pengampu : Rachmat Kriyantono, Ph.
D.
Disusun oleh :
Nur Rohmah Tsalatsi 165120200111066
Laras Aprilia Susilo 165120201111003
A KOM 4
Peminatan Public Relations
Ilmu Komunikasi
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Universitas Brawijaya
Malang
2018
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Deskripsi Kasus
Istana memperingati Sumpah Pemuda
dengan cari lain yang berbeda dan tahun ini lebih menarik. Acara ini
dilaksanakan di Komplek Istana Bogor, pada tanggal 28 Oktober 2018. Acara
tersebut tidak seseremonial biasanya, kali ini dikemas lebih kekinian dan gaya
anak muda. Ternyata konsep acra ini diprakarsai oleh Presiden Joko Widodo. Hal
ini dikemukakan pada Menteri Badan Ekonomi Kreatif, Triawan Munaf pada
Kumparan.com (https://kumparan.com/@kumparannews/peringatan-sumpah-pemuda-2017-yang-kekinian-di-istana-bogor) bahwa Presiden Joko Widodo ingin
pada Hari Sumpah Pemuda tahun ini mendengarkan apa yang anak muda inginkan.
Pemerintah memfasilitasi para pemuda, bukan merayakan, namun Presiden menyambut
dan memberi ruang bagi pemuda. Hal ini juga sama dengan memberi komitmen baru
kepada Sumpah Pemuda bukan hanya memperingati. Acara ini dapat terselenggara
atas ide kreatif dari pemuda. Selain itu acara ini juga menjadi ajang pemersatu
generasi muda yang nantinya akan membawa Indonesia di masa depan. Serta acara
ini digagas karena pemerintah juga ingin mendengarkan kemauan pemuda, dalam
membantu pemerintah untuk membangun negeri.
Acara
ini juga dihadiri oleh pelaku usaha ekonomi kreatif hingga atlet. ada yang
menarik dari acara tersebut, di samping stand-stand pelaku usaha kreatif juga
disediakan arena olahraga mini, dan sejumlah kursi santai di hamparan rumput
istana. Kompas.com (http://nasional.kompas.com/read/2017/10/28/12084221/hari-sumpah-pemuda-jokowi-sulap-istana-bogor-jadi-tempat-nongkrong) menjelaskan bahwa Presiden tidak
hanya menyambut namun juga ikut mencoba beberapa arena olahraga seperti panah
dan bulutangkis.
Latar
belakang terselenggaranya acara ini juga karena banyak sekali kompetensi anak
muda Indonesia pada era Globalisasi ini yang berpotensi meningkatkan citra
Indonesia. Sayangnya, kompetensi yang mereka miliki ini tidak mendapat respon
yang cukup baik dari pemerintah. Padahal sejujurnya mereka sangat ingin
berkolaborasi bersama pemerintah dalam menciptakan ide-ide baru untuk
meningkatkan pembangunan negara.
1.2 Permasalahan
Pada
mulanya, aspirasi anak muda tidak didengar oleh Pemerintah. Padahal pelaku
ekonomi kreatif dan pemuda mempunyai kreatifitas yang tinggi dan inovasi
terbaru guna memajukan sektor ekonomi kreatif Indonesia. Sedangkan
negara-negara lain menampung aspirasi pemuda dalam memajukan ekonomi kreatif
negaranya. Dikutip pada kompas.com (http://nasional.kompas.com/read/2017/10/28/18190071/hari-sumpah-pemuda-zaman-now-ala-jokowi) Dianalogikan pada tahun 1928 saat
belum adanya teknologi yang memadai, pemuda Indonesia dapat bersatu berjuang
demi Indonesia. Namun saat ini pemuda Indonesia cenderung kurang bersatu
sehingga Presiden Indonesia Joko Widodo memiliki gagasan menyatukan mereka
dalam acara Sumpah Pemuda yang dikonsep oleh muda mudi yang kreatif.
BAB II
ANALISIS
KASUS
2.1 Strategi PR
Pada
awalnya Presiden Joko Widodo merasa bahwa pelaku ekonomi kreatif dan pemuda
juga layak memiliki ruang yang sama dalam membuat inovasi pembangunan negara.
Melalui Triawan Munaf, Menteri Badan Ekonomi Kreatif Presiden Joko Widodo
mempunyai usulan untuk menumpulkan pelaku ekonomi kreatif dan pemuda dalam satu
acara. Acara tersebut bertujuan untuk memberikan ruang seluasnya bagi pelaku
ekonomi kreatif dan pemuda untuk menunjukkan inovasi yang dimiliki. Selain itu,
dalam acara tersebut peserta (pelaku ekonomi kreatif dan pemuda) bebas
beraudiensi dengan Presiden Joko Widodo untuk mengutarakan keluh kesahkan[1] .
2.2 Dampak Strategi
Respon
dari masyarakat berbeda-beda menanggapi hal tersebut, ada yang menerima dengan
baik dan memberi respon positif aspirasi Presiden Joko Widodo dengan kerjasama
tersebut. Ada pula yang tidak peduli dengan acara tersebut karena dianggap
tidak ada keuntungan yang didapat bagi dirinya.
2.3 Kaitan kasus dengan Co-Creation
Paradigma
co-creation menurut Botan &
Hazleton (2006) adalah paradigma yang memandang publik sebagai co-creator dari proses pemaknaan,
interpretasi, dan perumusan tujuan (Kriyantono, 2014, h. 15). Dengan
menggunakan studi kasus ilustratif, konsep co-creation
menjelaskan bagaimana perusahaan dan pelanggan dapat menggabungkan produk,
layanan dan pengalaman (dikutip dari kbmanage.com).
Smith
dan Zook menjelaskan bahwa co-creation
diibaratkan sebuah anak tangga dimana semakin tinggi tingkatan co-creation, makan semakin bernilai pula
hasil co-creation diciptakan bersama.
Tangga pertama merupakan pelibatan konsumen dalam rangka melakukan rating,
review, dan diskusi mengenai produk perusahaan. Selanjutnya tingkatan yang
lebih tinggi dari co-creation adalah
berupa penciptaan ide, iklan, merek, dan produk. Dari keempat tingkatan
tersebut, penciptaan produk merupakan tingkatan tertinggi dari co-creation. (Smith dan Zook, dikutip di
Iedani, 2014).
Terdapat
satu proses penting yang menjadi langkah strategis yang dapat menentukan
keberhasilan jangka panjang dari proses
co-creation, yaitu proses adanya sosialisasi bersama terhadap apa yang
telah diciptakan bersama atau co-communication.
Apa yang telah diciptakan sudah seharusnya dikomunikasikan kepada audiens agar
manfaat dari proses co-creation dapat
dirasakan secara luas. Proses co-communication tidak bisa hanya dilakukan oleh
perusahaan yang memiliki tujuan jangka panjang berupa profit, tetapi juga
komunitas. (dikutip di Iedani, 2014)
Paradigma co-creation yang kemudian diadaptasi
dalam kajian public relations
memunculkan Relationship Management
Theory. John Ledinghan dan Steven Bruning (Swann, 2014) berkata bahwa:
“Relationships are essential to public relations practice
and that those relationships must be mutually beneficial if they are to
continue. This theory helps explain the management of succesfull
relationships.” (Hubungan sangat penting
dalam praktik public relations dan
sebuah hubungan harus saling menguntungkan jika mereka ingin melanjutkan hubungan
yang terjadi. Teori ini membantu menjelaskan mengenai pengelolaan hubungan yang
berhasil).
Teori ini berfokus guna
membahas proses manajemen relasi antara organisasi dan publiknya, internal
maupun eksternal. Teori ini memandang publik sebagai “co-creators of meaning and interpretation and goals”. Dalam teori
ini komunikasi dianggap sebagai alat untuk membangun relasi, dan program
dievaluasi berdasarkan dampaknya pada relasi antara organisasi dan publik.
(Kriyantono, 2014, h. 278-279)
Dalam kasus diatas, relasi yang terjalin
antara pemerintah dengan anak muda terjalin secara baik dan menciptakan
revolusi baru yakni acara Sumpah Pemuda menjadi ajang unjuk kemampuan diri para
pemuda. Pada kesempatan ini pemerintah diuntungkan dengan adanya ide kreatif
muda mudi serta muda mudi juga diuntungkan oleh pemerintah dengan penerimaan
aspirasi yang mereka ajukan.
DAFTAR
PUSTAKA
Iedani, M.A. (2014). Co-Creation dengan komunitas bike to work
Indonesia sebagai strategi komunikasi pemasaran Polygon. Semarang:
Universitas Diponegoro. Diakses dari
Kriyantono, Rachmat. (2014). Teori public relations perspektif barat & lokal: aplikasi
penelitian dan praktik. Jakarta: Kencana.
Manage. Co Creation.
Diakses pada 20 Februari 2018, dari https://www.kbmanage.com/concept/co-creation.
Swann, Patricia. (2014). Cases in public relations management: the rise of social media and
activism. Newyork: Routledge.
Rahardian, Taufik. (2017, Oktober 28).Peringatan Sumpah
Pemuda 2017 yang kekinian di Istana Bogor. Kumparan.com.
Diakses dari (https://kumparan.com/@kumparannews/peringatan-sumpah-pemuda-2017-yang-kekinian-di-istana-bogor).
Tashandra, Nabilla. (2017, Oktober 28). Hari Sumpah Pemuda
zaman “now” ala Jokowi. Kompas.com.
Diakses dari (http://nasional.kompas.com/read/2017/10/28/18190071/hari-sumpah-pemuda-zaman-now-ala-jokow).
0 komentar:
Posting Komentar